Pompa Roda Gigi

Pompa Rotary dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Pompa Roda Gigi.

Apabila roda gigi berpisah pada sisi hisap seperti gambar 2.5 cairan akan mengisi ruangan yang ad diantara gerigi tersebut, kemudian cairan akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila gerigi bersatu lagi.

  1. Pompa Vane.

Menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang rumah pompa seperti gambar 2.6 oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak di antara dua baling-baling dibawa berputar dan dipaksa keluar pada sisi buang pompa.

Gambar 2.6 Pompa vane internal

(sumber: Hicks, 1971 :28)

  1. Pompa Lobe.

Prinsip kerjanya mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan mempunyai dua rotor atau lebih, seperti gambar 2.7

  1. Pompa Sekrup.

Pompa yang mempunyai satu, dua, tiga skrup yang berputar di dalam rumah pompa yang diam seperti gambar 2.8

Gambar 2.8 Pompa sekrup ganda

(sumber: Hicks,1971 : 28)

Adapun keuntungan Pompa Rotary sebagai berikut:

  1. Ukuran keseluruhannya kecil.
  2. Lebih ringan.
  3. Aliran yang dihasilkan uniform.
  4. Putaran motonya tinggi, karna biasa langsung dihubungkan dengan motor penggerak yang putarannya tinggi.
  5. Bisa menghasilkan head/tekanan yang cukup tinggi (sampai 300 kg/cm2).
  6. Bisa bekerja dengan hisapan kering dan bisa menghasilkan kevakuman sampai 600 mmHg.
  7. Bisa dipasang/bekerja pada macam-macam posisi.
  8. Rendemen mekanisnya tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s